Dalam kurun waktu belakangan ini, kita
seringkali menyaksikan bahwa hampir semua orang bila ditawarkan suatu makanan
selalu menghindar dan menyampaikan kekhawatiran akan kandungan zat-zat
tertentu di dalam makanan tersebut.
Penyakit
kelebihan kolesterol dan asam urat dianggap sebagi penyakit yang paling
menakutkan. Apabila disajikan daging kambing, orang akan mengatakan daging
kambing mengandung kolseterol, kacang mengandung asam urat, dsb.
Semua
kekhawatiran ini tidak beralasan sepanjang kita ikuti petunjuk Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam.
✍ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggaris bawahi
pemeliharaan kesehatan dan bahkan mengobati penyakit di mulai dengan
memeliharanya perut. Ini sebagaimana hadits beliau, _*"Perut adalah
tempat berdiamnya penyakit dan menahan nafsu (perut) adalah pokok dari setiap
obat. Maka jadikanlah ini kebiasaanmu."*_
*Ada
5 Hal penting dalam hadits yang diriwayatkan Al-Bukhori ini, yaitu:*
Apa yang
masuk kedalam perut sangat berpengaruh terhadap kesehatan kita, oleh karena
itu jangan memasukkan makanan yang tidak jelas manfaatnya, kebersihannya dan
kehalalannya.
Daya
tampung perut yang terbatas jangan dipaksakan dengan mengisinya secara
berlebihan, karena bahan makanan yang tadinya kita masukkan ke dalam tubuh
dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan kita malahan dapat menimbulkan
penyakit.
Jangan
memperkerjakan perut secara berlebihan, semisal: mengunyah dengan
tergesa-gesa, sehingga proses pencernaan di mulut belum selesai kita sudah
menelannya. Jangan makan dengan porsi berlebih sehingga proses pencernaan
diperut tidak berjalan lancar, cairan lambung dan otot-otot perut menjadi
kewalahan.
Karena
makanan yang kita kehendaki ternyata tidak masuk perut sendirian, melainkan
bersama dengan bakteri atau kadang-kadang juga dengan bahan-bahan kimia
tertentu yang disadari atau tidak bisa membahayakan kesehatan. Maka
lama-kelamaan dalam perut kita terjadi timbunan racun sehingga perlu ada
detoksifikasi.
Karena pada
waktu melakukan proses pencernaan, perut bekerja keras, maka jangan kita
memperkerjakan perut 24 jam sepanjang tahun. Harus ada istirahat yaitu
tenggang waktu antara waktu-waktu makan sehari-hari, dan sehari-hari patutlah
kita mengistirshatkan perut dengan berpuasa. Bahkan dalam hadits diatas,
Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan bahwa puasa adalah obat
penyakit terutama yang datang akibat _over nutrition,_ berbagai penelitian
menunnjukkan bahwa lebih dari 70% penyakit di negara maju adalah karena _over
nutrition._
Inilah makna
Hadits yang menganjurkan kita untuk betul-betul untuk memperhatikan apa-apa
yang kita makan. Jika orang barat mempunyai kredo, _you are what you eat,_
maka 1500 tahun yang lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sudah
mengingatkan kita untuk menjaga perut kita. Masih banyak hadits lain tentang
hal ini yang penting pula untuk diketahui
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar